Ummanu, banteng bersayap dari tanah liat retak setinggi gerbang kota, garis-garis tulisan menyala di retakannya Party empat orang dari belakang menatap Ummanu: Adda dengan perisai dan pedang sabit, Ninsa dengan stylus buluh menyala, Ibbi memanggul palu bata, Kuri dengan tali hitung Makhluk kata kecil dari pecahan tablet kabur melompat di pasir, garis tulisan menyala di retakannya

Tablet Ketujuh

Baris pertama: kata yang kabur harus pulang sebelum banjir.

Coba Prolog

GILIRAN

Setiap serangan menulis satu baji di tablet party. Lima baji membentuk satu kata, dan kata itu mengubah giliran yang akan datang.

Tangkapan tempur dalam game di jalan bata glasir: party menghadapi Tuppi-sar, makhluk dari pecahan tablet. HUD menunjukkan urutan giliran tujuh baji di atas, darah party di kiri bawah, cincin tangkis di cakar musuh, dan tablet Wedge berisi tiga dari lima baji menuju kata beku.
Tangkapan dalam game, distrik Pasar Bata. Tuppi-sar kabur dari arsip gandum dan masih membawa separuh daftar takaran.

TULIS LIMA BAJI

Tablet party, 0 dari 5 baji 0 / 5

KATA DAN GILIRAN

Tablet kosongKata yang terbentuk dari baji terbanyak. Bila seri, baji terakhir yang menentukan.

    Tujuh giliran berikutnya. Giliran kedua Tuppi-sar adalah Banjir Kata.

    TANGKIS TEPAT WAKTU

    Cakar musuh datang sebagai lingkaran yang menyempit ke cincin emas. Tangkis saat keduanya bertemu dan Adda membalas dengan satu baji miring. Hindar memakai jendela yang sama, lebih sempit, tanpa balasan.

    URUZZI

    Kota bata di antara dua sungai. Kontrak, takaran gandum, dan nama setiap bayi dicatat di tanah liat. Lalu rak arsip runtuh, dan isinya berjalan keluar sendiri.

    • 40HARIsampai banjir besar. Kuri mencoretnya satu per satu setiap pagi.
    • 9DISTRIKdari Pasar Bata sampai Arsip Gandum, masing-masing dengan juru tulis dan gerbangnya.
    • 30KATAkabur dan berwujud. Tiap kata ditangkap, lalu ditulis ulang ke tablet baru.

    PARTY

    Empat orang, satu tablet. Masing-masing menulis bajinya sendiri.

    Ninsa, perempuan empat puluh tahun berjubah linen putih dan selempang lapis, menulis goresan baji bercahaya di udara dengan stylus buluh.

    Ninsa

    JURU TULIS KEPALA, 40

    Dua puluh tahun menyalin aturan kota. Ninsa hafal letak setiap koma, termasuk koma yang tidak pernah disetujui dewan.

    PERAN
    Mengikat kata, baji sudut
    SENJATA
    Stylus buluh
    Ibbi, pembuat bata dua puluh dua tahun berambut ikal, mengayunkan palu bata bergagang panjang ke atas kepala, cipratan tanah liat basah beterbangan.

    Ibbi

    PEMBUAT BATA, 22

    Ibbi mencetak empat ratus bata sehari sambil bernyanyi. Palunya dibuat untuk tanah liat basah, dan makhluk kata ternyata juga tanah liat.

    PERAN
    Menghantam, baji tegak
    SENJATA
    Palu bata bergagang panjang
    Kuri, anak perempuan dua belas tahun berambut pendek diikat tali lapis, menunjuk papan lilin dengan stylus tulang, tali hitung manik tanah liat di pergelangannya.

    Kuri

    JURU HITUNG, 12

    Kuri menghitung hari sampai banjir dan bata yang masih kurang di tembok luar. Angkanya selalu benar. Orang dewasa jarang suka itu.

    Hari ke-3 dari 40Bata kurang di tembok luar: 12.400
    PERAN
    Menghitung giliran, baji datar
    SENJATA
    Tali hitung dan papan lilin
    Adda, penjaga gerbang tua berjanggut putih dikepang, berzirah sisik perunggu bertepi glasir lapis, memegang perisai tinggi dan pedang sabit perunggu.

    Adda

    PENJAGA GERBANG, 70-AN

    Adda sudah menjaga Gerbang Singa sejak sebelum Ninsa lahir. Ia tidak bisa membaca dan tidak pernah merasa perlu, karena siapa pun yang lewat ia ingat sendiri.

    PERAN
    Menahan, baji miring
    SENJATA
    Perisai tinggi, pedang sabit
    Stylus buluh Ninsa, ujungnya diasah menjadi baji, dililit tali lapis dan cincin emas tipis, goresan baji bercahaya keluar dari ujungnya.

    STYLUS BULUH

    Dipotong dari buluh tepi sungai utara, ujungnya diasah menjadi baji. Goresannya bertahan di udara selama satu tarikan napas, cukup lama untuk dibaca musuh.

    Milik Ninsa. Menulis baji sudut, dan baji sudut condong membentuk kata API.

    Ummanu di distrik arsip yang banjir: banteng bersayap dari tanah liat retak, lebih tinggi dari tembok arsip, garis tulisan menyala emas di retakannya.

    UMMANU

    Kata pertama yang pernah ditulis di Uruzzi. Tidak ada yang ingat artinya, karena tabletnya ada di rak paling bawah dan tidak pernah dipinjam siapa pun.

    TINGGI
    Setara Gerbang Singa, sayap belum dihitung
    BAHAN
    Tanah liat yang tidak pernah dibakar
    KELEMAHAN
    Belum tercatat. Kuri sedang menghitung.
    Bentrokan di lumpur arsip: Adda menahan kuku Ummanu dengan perisai tinggi, serpih tanah liat dan percik emas meledak di titik benturan, Ninsa di belakangnya menulis dengan stylus.
    Hari ke-39. Adda menahan kuku Ummanu, Ninsa menulis baji kelima di belakangnya.

    EMPAT PILAR

    Dari balik bahu Ninsa: lima baji menyala di tablet basah di telapak tangannya, cahayanya naik ke makhluk kata di halaman bata.

    Wedge

    Setiap serangan menulis satu baji. Lima baji menjadi kata, dan kata itu menulis ulang urutan giliran.

    MEDIA

    Enam tangkapan dari prolog dan bab tengah, disusun seperti friz bata glasir di Gerbang Singa.

    Warga Uruzzi dari belakang, memanggul bata baru dan keranjang kurma, menatap air yang naik.

    COBA PROLOG

    Hari pertama dari empat puluh. Satu distrik, tiga kata, dan Tuppi-sar yang kabur dari arsip gandum. Tulis surelmu dan pilih platform, kode prolognya kami kirim ke sana.

    Prolog sudah bisa dimainkan. Rilis penuh 2027.

    PC PS5 Xbox Series X|S

    Platform

    TRAILER PROLOG

    Buka di YouTube

    TANGKAPAN 1 DARI 6